Assalaamu 'alaikum wr. wb. Beladiri merupakan kebutuhan bagi semua orang, banyaknya kriminalitas yang terjadi menjadi alasan utama belajar Beladiri. Banyak perguruan beladiri di bumi Nusantara ini, kita tinggal memilah dan memilih secermat mungkin. Namun, waktu dan tempat terkadang menjadi kendala untuk bs belajar dengan cepat. Bagi Anda yg ingin belajar namun terbentur 2 hal tsb, sy py solusi, Program Belajar Tenaga Dalam Jarak Jauh (PBTDJJ). Saya selaku Guru Besar Perguruan ENERGI SEMESTA ALAM, akan mengirimkan Buku dan Video CD tutorialnya, serta air pembuka cakra inti dalam tubuh. Sangat simple, anda akan sy bimbing sampai bisa, tanpa biaya lagi. Bagi yang berminat silahkan transfer uang Rp 250.000,- k Mandiri atas nama Antori, No. Rek: 11-0000-650-650-2, setelah itu konfirmasi dgn mengirim foto bukti transfer k WA 085709578844.
kunjungi : https://sites.google.com/site/perguruanenergisemestaalam/in-the-news
Wassalaamu ' alaikum wr. wb
Go Blog
Go-Blog adalah blog-nya orang pinter... oleh, dari dan untuk orang pinter.
Minggu, 09 Juli 2017
Selasa, 13 September 2016
Dalil Halal-Haram Mempelajari Ilmu Tenaga Dalam
Pernah suatu ketika seorang teman menolak ketika saya ajak untuk berlatih tenaga dalam dengan alasan Rasul Allah tidak memiliki tenaga dalam atau tidak pernah mempelajarinya. Namun saya jawab sambiltersenyum, “Dulu Rasul Allah pergi ke suatu tempat dengan jalan kaki atau menaiki unta dan tidak pernah naik sedan!”. Bagaimana dengan pendapat Anda? Bolehkah kita mempelajari tenaga dalam/ilmu hikmah/ilmu ghaib menurut ajaran agama Islam? Untuk lebih jelasnya kita perhatikan penjelasan di bawah ini!
a. White Magic
ﻭﻠﺳﻟﻳﻣﻥ ﺍﻠﺭﻴﺢ ﻋﺎ ﺼﻔﺔ ﺗﺠﺭﻱ ﺒﺎ ﻤﺭﻩ ﺍﻠﻰ ﺍﻻﺮﺽ ﺍﻠﺗﻲ ﺒﺭﻜﻧﺎ ﻓﻳﻬﺎ ﻮﻜﻧﺎ ﺒﻛﻝ ﺷﻲﺀ ﻋﻟﻣﻳﻥ
ﻗﻟﻧﺎ ﻴﺎ ﻧﺎ ﺭﻜﻭﻧﻲ ﺒﺭﺪﺍ ﻮﺴﻟﻣﺎ ﻋﻟﻰ ﺍ ﺒﺭﻫﻳﻢ
ﻗﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻧﺩﻩ ﻋﻟﻡ ﻤﻥ ﺍﻠﻜﺏ ﺍﻧﺎ ﺍ ﺗﻳﻚ ﺒﻪ ﻗﺑﻝ ﺍ ﻥ ﻴﺭﺗﺩ ﺍﻠﻳﻚ ﻄﺭﻓﻙ
“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu” (Q.S.Al-Anbiya`[21]: 81)
“Kami berfirman: ‘Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”(Q.S.Al-Anbiya`[21]: 69)
“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari kitab: ‘Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip’...” (Q.S.Al-Naml [27]: 40)
Di dalam Al-Qur`an banyak kisah-kisah tentang orang yang diberi kelebihan oleh Allah, baik para Nabi dan Rasul yang disebut mu’jizat, bahkan orang-orang yang sholeh yang disebut dengan ilmu hikmah/hikmah saja.
Pada dasarnya ilmu hikmah (white magic) dan tenaga dalam itu sama, bedanya pada cara mendapatkannya. Kalau ilmu hikmah, kelebihan yang didapat langsung dari Allah, sedangkan tenaga dalam didapat dengan cara berlatih pernafasan/meditasi/tirakat/wirid/dsb, kedua-duanya adalah karunia yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba yang ‘alim (memiliki ilmu). Terlepas dari bahasan ini saya mengajak diri saya pribadi dan para pembaca untuk selalu menuntut ilmu walau sampai ke negri China, seperti sabda Rasul Muhammad S.A.W dan orang yang berilmu (ilmu apa saja) itu ditinggikan beberapa derajat dari yang tidak berilmu, sedangkan ilmu Allah itu luas sekali, firman Allah dalam Q.S.Al-Kahfi [18]: 109, “Katakanlah: ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.
Seluruh ilmu ghaib yang diperoleh dengan cara-cara yang baik termasuk ke dalam kategori white magic, karena pada hakekatnya ilmu-ilmu tersebut bersifat netral, tinggal bagaimana kita menggunakannya, apabila untuk hal yang bersifat baik maka ilmu tersebut akan bernilai baik, dan apabila akan kita gunakan untuk sesuatu yang bersifat jelek/negative maka ia akan bernilai buruk, semua itu terserah kepada empunya.
b. Black Magic
Pada zaman Musa terkenal dengan para tukang sihirnya (black magic), salah satu kisahnya tertera dalam Q.S.Thaha [20]: 57-70. Black magic didapat dengan cara bersekutu dengan jin kafir (Q.S.Al-Jin [72]: 6, 8, 9, 10), dengan menggunakan syarat-syarat tertentu yang mengikat orang tersebut ke dalam perbuatan dosa.
ﻋﻥ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺯﻭﺝ ﺍﻠﻧﺑﻰ ﺺ. ﻡ, ﺍﻧﻬﺎ ﺴﻣﻌﺕ ﺭﺴﻭﻞ ﺍﷲ ﺺ. ﻡ, ﻳﻘﻭﻝ ﺍﻥ ﺍﻠﻣﻼ ﺌﻜﺔ ﺗﻧﺯﻞ ﻓﻰ ﺍﻠﻌﻧﺎ ﻥ ﻭﻫﻭ ﺍﻟﺳﺣﺎ ﺏ ﻓﺗﺫ ﻜﺭ ﺍﻻﻤﺭ ﻗﺿﻲ ﻓﻰﺍﻠﺳﻣﺎﺀ ﻓﺗﺳﺗﺭﻕ ﺍﻠﺷﻳﺎﻃﻳﻥ ﺍﻠﺳﻣﻊ ﻓﺗﺳﻣﻌﻪ ﻓﺗﻭﺤﻳﻪ ﺍﻠﻰ ﺍﻠﻜﻬﺎ ﻥ ﻓﻳﻜﺫ ﺒﻭﻥ ﻤﻌﻬﺎ ﻤﺎﺌﺔ ﻜﺫ ﺒﺔ ﻤﻥ ﻋﻧﺪ ﺍ ﻧﻔﺴﻬﻢ (ﺼﺣﻳﺢ ﺍﻠﺒﺧﺎ ﺭﻯ)
Dari ‘Aisyah r.a istri Nabi S.A.W ia mendengar Rasul Allah S.A.W bersabda: “Malaikat-malaikat turun ke awan lalu menyebutkan perintah yang diputuskan di langit, syaithan-syaithan dapat mencuri pendengaran, lalu didengarkannya dan ia terus membisikkan kepada peramal, lalu mereka memasukkan ke dalamnya seratus dusta atas kehendaknya sendiri” (Shahih Al-Bukhori)
Para peramal mendapat berita dari jin yang mencuri dengar berita langit, sehingga terkadang bisa mengetahui yang akan terjadi. Allah sengaja membiarkan hal itu untuk menguji manusia apakah manusia akan yakin dengan Allah atau dengan si peramal? Jika meyakini si peramal maka dia termasuk orang musyrik, begitulah syaithan-syaithan memperdaya manusia.
Berbicara ilmu hitam, maka tidak bisa lepas dari masalah santet. Santet/teluh/tenung yang dikirim oleh tukang tenung, biasanya menggunakan jin untuk memasukkan benda-benda seperti jarum, silet, paku, dsb ke dalam tubuh orang yang dikehendaki. Ada cara mudah untuk mengatasi hal ini, melihat dari cara pengiriman santet yang biasanya dengan salah satu cara di bawah ini:
- Lewat atas/udara, santet jenis ini tidak dapat mencapai target di bawah 60 cm di atas permukaan tanah, dengan tidur di lantai (tanpa dipan) maka insya Allah aman dari santet jenis ini, biasanya jenis ini lebih banyak dipakai oleh para tukang tenung;
- Lewat tanah, santet jenis ini tidak dapat mencapai target yang berada pada ketinggian 60 cm di atas tanah, dengan tidur di atas dipan pada ketinggian di atas ini insya Allah akan selamat, santet jenis ini jarang digunakan dan termasuk ilmu langka.
Namun yang menjadi kendala bagi orang awam adalah tidak mengetahui serangan santet tersebut menggunakan jenis apa. Maka perlu bagi kita memiliki benteng pertahanan yang tidak dapat ditembus dari arah mana saja, salah satunya dengan mempelajari ilmu ini sebagai bentuk ikhtiar kita kepada Allah sebab jika hanya mengandalkan keimanan saja (pasrah) belum cukup. Banyak kasus pak Haji dan pak kyai kena santet, jangankan mereka, Nabi Muhammad saja pernah disantet oleh orang yahudi.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasul Allah S.A.W pernah mengalami sakit parah, maka datanglah kepada beliau dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepala beliau dan yang satu lagi di sebelah kaki beliau. Berkatalah malaikat yang duduk di sebelah kaki beliau kepada malaikat yang duduk di sebelah kaki beliau: “Apa yang engkau lihat?”, ia menjawab: “Beliau terkena guna-guna.”. Dia bertanya lagi: “Apa guna-guna itu?”, ia menjawab: “Guna-guna itu sihir!”. Dia bertanya lagi: “Siapa yang membuat sihirnya?”, ia menjawab: “Labid Bin Al-A`Sham Al-Yahudi, yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di dalam sumur keluarga si anu di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya, kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah!”.
Pada pagi harinya Rasul Allah S.A.W mengutus `Ammar Bin Yasir dan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu, tampaklah airnya merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungannya, kemudin dibakar. Ternyata di dalam gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Peristiwa ini berkenaan dengan turunnya surat Al-Falaq dan Al-Nas, setiap kali Rasul Allah mengucap satu ayat terbukalah satu simpulnya (Al-Falaq: 5 ayat, Al-Nas: 6 ayat, total: 11 ayat). Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab Dala-il Al-Nubuwwah dari kitab Al-Kalbi, dari Abu shalih yang bersumber dari Ibn `Abbas. Peristiwa ini terjadi untuk menegaskan kepada umat Islam bahwa Rasul Allah Muhammad S.A.W adalah manusia biasa yang juga punya kekurangan.
Selain santet, ilmu kedigdayaan yang merupakan ilmu hitam sangat banyak ragamnya, salah satunya adalah Rawa Rontek. Ilmu ini sangat aneh, orang yang memilikinya tidak dapat mati, bila ada bagian tubuhnya yang putus maka akan tersambung kembali. Konon, orang seperti ini hanya bisa mati jika dibunuh tanpa menyentuh tanah dan potongan kepala serta badannya dikubur secara terpisah, mengerikan bukan?
lmu-ilmu yang diperoleh dari cara-cara yang tidak baik, maka ilmu itu akan bernilai buruk. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana nilai ilmu tersebut jika digunakan untuk hal-hal yang baik? Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah bahwa jika dasar sesuatu itu buruk maka apapun yang keluar darinya maka akan buruk pula. Maka dasar/pondasi adalah hal yang paling utama, selanjutnya terserah Anda.
Dari kedua jenis ilmu ghaib di atas, tinggal kita yang harus pandai-pandai memilih dan memilah serta pandai menjaga diri dari hal-hal yang berbau kemusyrikan dan yang berlabel haram, bisa jadi ilmu yang kita pelajari bernilai baik pada awalnya namun kemudian menjadi salah ketika terjadi penyimpangan dalam penggunaan (contohnya menggunakan hipnotis untuk merampok) sebab kita diberi af`idah (hati dan pikiran/akal) yang tentunya harus merujuk kepada Al-Qu`an dan Al-Hadits, kedua pegangan ini berperan sebagai ﺍﻠﻣﻘﺩﺍﺭﺍﻠﺤﻖ Al-Miqdar Al-Haqq (standar kebenaran). Satu hal yang harus diingat bahwa yang benar/haq akan menjadi salah/bathal jika tidak tepat waktu, kondisi dan atau tidak pada tempatnya (misal hubungan suami-istri pada: siang hari di bulan puasa; saat istri sedang haid; tempat-tempat umum /terbuka).
Menurut cerita pada tahun 1.000 SM ada sebuah mantera untuk mengobati sakit gigi, oleh orang Assiri malah dikira sebagai penyebab sakit gigi, yang bunyinya:
Dan sesudah Anu menciptakan langit
Dan langit menciptakan bumi
Dan bumi menciptakan sungai
Dan sungai menciptakan kanal
Dan kanal menciptakan rawa
Dan rawa menciptakan cacing
Dan cacing pergi menghadap Shamash, sambil menangis
Air matanya bercucuran di depan Ea:
“Apa yang akan Tuan berikan untuk makananku,
Apa yang akan Tuan berikan untuk minumanku?”
“Aku akan memberi kau buah ara yang kering dan aprikot.”
“Apa artinya semua itu bagiku? Buah ara yang kering dan aprikot!
Angkatlah aku dan di antara gigi dan gusi, biarkan aku tinggal….”
Karena kau sudah mengatakan ini, O cacing,
Semoga Ea menghantam engkau dengan kekuatan tangannya!
Mantera ini dibaca tiga kali pada bir mutu kelas dua dicampur minyak, kemudian dioleskan di atas gigi. Begitulah orang-orang zaman itu mengobati sakit gigi dengan menggunakan nama dewa-dewa (Anu, Shamash, dan Ea), ini menandakan magic sudah ada sejak zaman dahulu.
Pada saat saya masih SLTA, seorang teman satu kelas yang pernah mondok di pesantren tradisional, mengerjai pengawas ujian (guru wanita) dengan menggunakan merica, sehingga mengeluarkan cairan dari kemaluannya dengan maksud agar sang pengawas keluar dan ia leluasa membuka buku. Setelah selesai ujian ketika saya tanyakan ilmu dari mana dia bilang dari kyai pondoknya. Kalau kita pikir kok seorang kyai pondok pesantren mengajarkan hal yang dilarang agama dan sebenarnya cara-cara tersebut pernah juga saya baca dalam sebuah buku tentang ilmu ghaib dengan sub judul yang seronok dan tanpa penjelasan maksud yang sesungguhnya. Kemungkinan tujuan awal dari ilmu itu adalah untuk para istri yang frigiditas (dingin sex) namun kemudian disalahgunakan, atau salah dalam penyampaian dari sang kyai sehingga tidak dipahami santri-santrinya dan dibuat main-main.
Hal-hal semacam itulah yang terkadang menjadikan orang memandang salah sampai men-vonis haram untuk semua jenis tenaga dalam/ilmu ghaib. Ini yang harus diluruskan, jangan sampai “karena nila setitik rusak susu sebelanga”. Dan jadikanlah dalam belajar tenaga dalam sebagai media dakwah dan memberikan contoh-contoh yang baik sehingga akan terkikis habis citra buruknya di mata masyarakat.
Kalau kita melihat dari segi manfaat dalam kesehatan, latihan tenaga dalam pernafasan, sangatlah baik untuk kesehatan bahkan untuk terapi pengobatan, dan yang namanya sehat sangat dianjurkan oleh siapapun serta tidak ada satu dalilpun yang melarang. Dari segi beladiripun Rasul Allah pernah bersabda, “Ajarilah anak-anakmu memanah, bergulat, berkuda dan berenang” sebab Allah menyukai muslim yang kuat dan tangguh.
Demikianlah konsep halal-haramnya mempelajari tenaga dalam, Pada intinya sesuatu yang berawal dari kesesatan maka akan menghasilkan ilmu sesat pula dan hukumnya haram, sekalipun digunakan untuk tujuan kebaikan, dan segala sesuatu yang berawal dari kebaikan maka akan menghasilkan ilmu yang baik dan hukumnya halal, tinggal si empunya ilmu bias menggunakannya untuk tujuan kebaikan atau tidak, jika disalahgunakan maka hukumnyapun menjadi haram.
Senin, 07 Oktober 2013
Dijual Mangkok Anti Racun & Anti Basi
Mangkok ditemukan dalam tanah kedalaman -+ 20 m, jumlah ada 7 mangkok, terdiri dari: 1 mangkok anti racun dan 6 mangkok anti basi.
Mangkok anti racun sudah dites menggunakan racun sidola, ikan lele tidak mati dalam waktu lebih dari 1 jam.
Mangkok anti basi sudah dites menggunakan nasi, dibiarkan selama 3 hari tidak basi dan tidak berbau dan tidak berjamur.
Bagi para collector barang antik yang serius ingin membelinya silahkan hubungi : Sdr. Bintang, no hp : 085366934915.
Mangkok anti racun sudah dites menggunakan racun sidola, ikan lele tidak mati dalam waktu lebih dari 1 jam.
Mangkok anti basi sudah dites menggunakan nasi, dibiarkan selama 3 hari tidak basi dan tidak berbau dan tidak berjamur.
Bagi para collector barang antik yang serius ingin membelinya silahkan hubungi : Sdr. Bintang, no hp : 085366934915.
Rabu, 01 Desember 2010
Belajar dari KUNGFU PANDA
Written by : Ruli Amirullah
Copas from indonesianmartialart.blogspot.com
.........Dan dari awal film saya sudah terpingkal-
pingkal menyaksikan tingkah Po, tokoh
utama dengan wujud panda yang gembul
dan lucu yang bersusah payah ingin bangun
dari posisi tidur dengan gaya jagoan
kungfu..( ah, masihkah perlu saya
deskripsikan, jangan-jangan semua pembaca
sudah nontonkan?). Dan sampai akhir film
juga saya masih tetap ketawa lebar. Lucu!
Dan yang mau saya bahas disini sebenarnya
adalah kekaguman saya, menyaksikan
betapa film anak di luar negeri benar-benar
dibuat dengan cermat. Tidak hanya detail
gambar yang semakin hari semakin canggih,
tapi juga jalan cerita yang berbobot. Kungfu
panda sebenarnya adalah sebuah film berat
dengan muatan pesan moril yang berat
pula. Mungkin kalo di buat film dengan
kemasan yang biasa aja, bakal jadi film yang
membosankan. Tapi mereka, berhasil
mengemasnya dalam kemasan yang
menarik, lucu, ceria dan "sepertinya ringan"
sehingga tanpa sadar, sambil kita tertawa
tergelak-gelak, masuklah pesan-pesan moril
yang bernilai tinggi kedalam benak..
Coba perhatikan.. ada
banyak pesan yang
tampil dari ucapan-
ucapan tokohnya..
"Tidak ada yang kebetulan"
(diucapkan berkali-kali oleh Master Oogway
kepada Shifu. Yup! Hidup terlalu sederhana
kalau disebut kebetulan. Terlalu banyak
hal-hal kebetulan di dunia ini, sehingga
sebenarnya itu bukanlah kebetulan tapi
sudah dirancang sedemikian sempurna.
Oleh siapa? Ya siapa lagi, kalau bukan Sang
Maha Pencipta…)
"Cobalah, kita tidak akan pernah tahu
kalau kita belum mencoba"
( jawaban Shifu ketika Po bertanya apakah
ia bisa melewati beragam alat latihan
kungfu yang tampak menyeramkan
tersebut. Dan ketika akhirnya dicoba,
memang Po gagal. Tapi intinya, ia sudah
mencoba. Jika kita tidak pernah mencoba,
kita sudah pasti gagal. Tapi jika kita sudah
berani mencoba, mungkin kita akan gagal..
tapi ada kemungkinan pula kita berhasil!)
"Ukuran dan bentuk tubuh tidak lah
penting untuk menjadi jagoan. Lihat
tubuhku.."
( ucapan salah satu pendekar kungfu yang
berwujud belalang nan kecil mungil.
Pesannya jelas banget ya. Jangan minder
sama kekurangan fisik yang kita miliki, yang
membuat seseorang menjadi berhasil
bukalah ukuran dan bentuk tubuh, tapi
harapan, ikhtiar, dan keyakinan.. dan
jangan lupa, tawakal..)
"Saya salah mengajar Po sama dengan cara
saya mengajar 5 murid yang lain.. dia harus
diajar dengan cara tersendiri"
(ketika Shifu sadar saat melihat bahwa
ternyata Po menjadi begitu bersemangat
saat berusaha mendapatkan makanan,
sehingga akhirnya Shifu menggunakan
metode tersendiri ketika mengajari kungfu
terhadap Po – jadi jangan samakan semua
anak, setiap anak punya motivasi sendiri
untuk mengembangkan kemampuan
terbaik mereka)
"Persik tetaplah persik, tidak akan bisa
mengalahkan Tai Lung.."
"Bisa, asal kau merawat dan membesarkan
persik tersebut dengan keyakinan"
(percakapan shifu dengan Master oogway
ketika Shifu merasa tidak mungkin Po
menjadi pendekar kungfu. Padahal
sebenarnya bisa asal kita mendidiknya
dengan tepat dan penuh keyakinan)
"Resep rahasia itu sebenarnya tidak ada,
yang ada hanyalah keyakinan"
(resep rahasia kuah mie rebus dari ayahnya
Po, yang akhirnya membuka kesadaran Po
akan maksud dari lembaran jurus rahasia
"dragon warrior" yang isinya kosong, mau
tau maksud lain dari kosongnya lembaran
tersebut? Bahwa untuk menjadi yang
terbaik, jadilah kosong! Jadilah zero! Buang
semua belenggu yang mengotori pikiran.
Maka kekuatan yang kita miliki justru akan
menjadi begitu luar biasa)
"Saya memang tidak suka disini karena saya
selalu diledek dan diremehkan, tapi saya
tahu dengan berada disini, saya bisa
menjadi saya lebih baik.."
(saat Po ditanya mengapa dia terus
bertahan di padepokan padahal dia tidak
disukai oleh yang lain. Terbukti bahwa Po
berjiwa besar, walaupun ia tidak suka
berada di padepokan kungfu karena
'ego'nya selalu disinggung, tapi ia terus
bertahan karena ia tahu manfaat yang akan
ia peroleh. Makna lain, ambilah yang bagus
dari seseorang, tinggalkan yang jeleknya.
Sementara di kita malah kebalikannya, kita
malah lebih fokus membicarakan
keburukan orang dan gara-gara kebukuran
tersebut hilanglah semua kebaikannya)
"Yang harus kamu lakukan adalah, kamu
harus percaya.."
(sebelum Master Oogway wafat dan
meyakinkan Shifu bahwa ia bisa menjadikan
Po menjadi dragon warrior. Intinya,
keyakinan dari yang ngajar dan keyakinan
dari yang diajar. Mengajarkan pada kita,
apalagi bila kita orang tua, untuk selalu
yakin bahwa anaknya akan menjadi yang
terbaik. Dan jangan diberi panggilan/ cap
buruk seperti nakal, malas dll, karena itu
akan menanamkan di benak anak bahwa
memang mereka nakal dan malas)
" Saya telah berusaha apapun untuk
menjadikan kamu dragon warrior, tapi
bukan saya yang menentukan hasil"
(lanjutan dari kata-kata "kamu harus
percaya", diucapkan dari Shifu pada Tai
Lung yang kecewa karena dirinya tidak
menjadi dragon warrior, yang kalo dilihat,
Spiritual banget! Itulah ucapan "Doa, ikhitiar
setelah itu tawakal". Tugas kita hanyalah
doa dan berusaha, hasilnya serahkan pada
Allah. Jangan kecewa kalau Allah
berketapan lain yang mungkin tidak sesuai
dengan keinginan kita..)
"Saya bangga dengan kamu, sangat bangga!
Bahkan saking bangganya menyebabkan
saya melakukan kesalahan, saya
membentuk kamu menjadi apa yang saya
inginkan.."
( masih ucapan antara Shifu dengan Tai
Lung, saat Shifu sadar bahwa ia salah telah
berusaha menjadikan Tai Lung sesuai
dengan obsesinya. Tanpa melihat apa yang
sebenarnya diinginkan oleh Tai Lung. Sering
terjadi saat ini, dimana orang tua suka
memaksa anaknya menjadi apa yang orang
tua inginkan, padahal setiap anak memiliki
minat dan bakat yang berbeda dan
mungkin tidak sesuai obsesi sang orang tua)
"Itukan jurus kuncian …., tidak mungkin
Shifu mengajarimu"
"Memang tidak, saya belajar sendiri"
(percakapan antara Tai Lung dengan Po,
saat detik-detik terakhir sebelum Po
menghancurkan Tai Lung. Teruslah belajar,
teruslah menuntut ilmu, apapun yang
terjadi, karena sesungguhnya ilmu itu tidak
ada habisnya. Bukan begitu? Jadi, teruslah
Iqra, walau bukan didalam ruang kelas...
karena yang bisa kita pelajari sesungguhnya
banyak, tidak terbatas pada textbook, tapi
juga dari kejadian sekeliling kita)
"Dragon warrior adalah pendekar yang bisa
memberikan kedamaian.."
(ucapan Master Oogway pada Shifu saat
menjelaskan bahwa tokoh yang pantas
mendapat gelar 'terjago' adalah seseorang
yang dengan kekuatannya justru bisa
membawa rasa damai bagi sekeliling, bukan
malah menebar rasa cemas.. Saya senang
dengan ucapan ini soalnya sekarang banyak
yang anggap jagoan/pemimpin hanya
sekedar kuat dan berkuasa, bahkan
kemudian menjaga kelestarian ke-kuasa-
anya dengan menebar terror/rasa takut
pada lingkungan sekitarnya. Padahal
pemimpin sejati seharusnya justru bisa
menimbulkan rasa tenang dan damai bagi
yang dipimpinnya)
Itu baru kata-kata, belum lagi adegan yang
juga menggambarkan pesan-pesan moral
tanpa kata-kata..
Adegan saat setiap pagi si PO bermimpi
menjadi pendekar hebar dan setelah itu
memandang action figure (boneka
miniature) dari 5 pendekar kungfu,
menggambarkan bahwa tanpa sadar Po
sedang mem-visualisasi- kan mimpinya
untuk menjadi jagoan kungfu.. (dan
akhirnya menjadi kenyataan, setelah ia
belajar/ikhitiar ) .. power of visualization/
pray/ doa…
Adegan bapaknya Po yang begitu
mengharap anaknya bermimpi tentang mie.
Karena dengan mimpi tentang mie, ia yakin
anaknya akan bisa menjadi tukang mie
hebat. Kenyataannya, si Po lebih sering
bermimpi menjadi jagoan kungfu, karena
memang itulah yang sering ia khayalkan,
menjadi jagoan kungfu (dan akhirnya
memang terwujud bukan?) – power of
dream.. beranilah bermimpi teman! Tapi
jangan lupa, berani pula untuk mewujudkan
mimpi tersebut..
Adegan jungkir baliknya Po untuk berusaha
masuk ke dalam padepokan, dari mulai
memanjat, naik pohon, sampai akhirnya
menggunakan kursi yang ditempel kembang
api, menggambarkan ihktiar tiada henti –
power of struggle.. untuk kategori ini, ada
banyak adegan, misalnya saat Po jatuh
terguling-guling ke bawah tapi kemudian
tetap naik lagi keatas untuk kembali
berlatih. Saat Po tetap tersenyum walau
badannya babak belur, diputar-putar,
dibanting-banting oleh 5 pendekar dan oleh
Shifu, hanya karena ia tahu dengan 'babak
belur'nya ini ia bisa menjadi pendekar pula.
Intinya, jangan mudah putus asa!
Adegan saat Po begitu menikmati belajar
kungfu dengan metode rebutan makanan,
walaupun akhirnya ia juga bisa terus
semangat tanpa di iming-imingi lagi dengan
makanan. Memperlihatkan kita bisa
mendidik seseorang menjadi sukses bila
memang metodenya tepat, sesuai dengan
minatnya..
Adegan pendekar harimau marah ketika
melihat muka Po berubah jelek saat si
harimau habis bercerita tentang riwayat Tai
Lung (adegan ini membuat saya hampir
guling-guling di bioskop saking lucunya. My
fave scene!) Ia sudah hampir menghajar Po
karena tersinggung merasa diledek. Untung
si belalang buru-buru memberi tahu bahwa
'muka jelek' Po terjadi bukan karena
disengaja oleh Po, tapi karena ia salah
menancapkan jarum akupuntur ke syaraf
muka Po . Maksudnya jelas, jangan buru-
buru menilai orang, pelajari dulu
kejadiannya. Jangan terkungkung oleh
persepsi (buang belenggu persepsi itu..
hehe)
Penggambaran para pendekar yang terdiri
dari harimau, kera, ular, belalang, bangau
dan termasuk panda (yang gemuk),
menjelaskan bahwa untuk menjadi jagoan
(orang baik/sukses) fisik bukanlah
hambatan.
Pertempuran antara 5 pendekar dengan Tai
Lung, membuktikan bahwa setiap mahluk
yang mungkin tidak terlihat seperti jagoan
(misalnya ular, bangau dan belalang)
ternyata mereka bisa menolong rekannya
dengan kelebihan yang mereka miliki.
Menggambarkan setiap orang pasti punya
kelebihan..
Perkelahian antara Po dengan Tai Lung,
'jurus' yang membuat babak belur Tai Lung
justru adalah jurus dengan menggunakan
anggota tubuh yang selama ini menjadi
kelemahan Po dan menjadi tertawaan
semua penonton, yaitu perutnya yang
gendut! Jurus inilah yang membuat Tai Lung
terhempas ke tanah dari ketinggian
sehingga membuatnya lemas. Kekurangan
seseorang, bila diolah dengan baik justru
bisa menjadi kekuatan..
Raut muka Shifu yang selalu muram,
dikarenakan kekecewaan yang mendalam
akibat murid kesayangannya gagal menjadi
dragon warrior, dan malah berubah
menjadi jahat. Hingga akhirnya ia bisa
kembali tersenyum ketika menyadari bahwa
kesalahannya selama ini adalah terlalu
berharap tapi tidak bisa menerima
kenyataan. Hingga hasil dari itu adalah
suatu "kebutaan", padalah murid-murid
berikutnya pun sangat berbakat (pesan
morilnya, janganlah kekecewaan terhadap
suatu hal menghancurkan hidup kita
selanjutnya. Life must go on. Tetap
sebarkan dan rasakan kasih sayang dari
sekeliling, karena cinta Ar Rahmaan ada di
sekeliling kita bukan?. Pesan moril yang
kedua, jangan lupa untuk selalu tawakal
setelah doa dan ikhtiar sepenuh hati. Bila
hanya doa dan ikhitiar saja, maka akan
menjadi obsesi dan akan menghancurkan
hati kita bila yang terjadi tidak sesuai yang
kita harapkan. Yakin saja, bahwa apapun
hasilnya, pasti itu yang terbaik bagi kita)
Adegan kesombongan kepala penjara. Yang
begitu yakin penjaranya tidak mungkin
kebobolan dikarenakan adanya ribuan
penjaga, kondisi medan yang diatur
sedemikian rupa untuk menghalangi
kaburnya tahanan, system senjata
pengaman yang canggih. Tapi ternyata
semua itu runtuh akibat sehelai bulu. Ya,
sehelai bulu memang menjadi awal dari
kisah pelarian Tai Lung dari penjara.
Maksud adegan ini jelas, sudah sehebat
apapun kita, jangan pernah merasa
sombong, hebat dan kuat. Bisa jadi malah
kita akan hancur hanya gara-gara hal
sepele (digambarkan dengan sehelai bulu)
yang tidak pernah kita duga.
Copas from indonesianmartialart.blogspot.com
.........Dan dari awal film saya sudah terpingkal-
pingkal menyaksikan tingkah Po, tokoh
utama dengan wujud panda yang gembul
dan lucu yang bersusah payah ingin bangun
dari posisi tidur dengan gaya jagoan
kungfu..( ah, masihkah perlu saya
deskripsikan, jangan-jangan semua pembaca
sudah nontonkan?). Dan sampai akhir film
juga saya masih tetap ketawa lebar. Lucu!
Dan yang mau saya bahas disini sebenarnya
adalah kekaguman saya, menyaksikan
betapa film anak di luar negeri benar-benar
dibuat dengan cermat. Tidak hanya detail
gambar yang semakin hari semakin canggih,
tapi juga jalan cerita yang berbobot. Kungfu
panda sebenarnya adalah sebuah film berat
dengan muatan pesan moril yang berat
pula. Mungkin kalo di buat film dengan
kemasan yang biasa aja, bakal jadi film yang
membosankan. Tapi mereka, berhasil
mengemasnya dalam kemasan yang
menarik, lucu, ceria dan "sepertinya ringan"
sehingga tanpa sadar, sambil kita tertawa
tergelak-gelak, masuklah pesan-pesan moril
yang bernilai tinggi kedalam benak..
Coba perhatikan.. ada
banyak pesan yang
tampil dari ucapan-
ucapan tokohnya..
"Tidak ada yang kebetulan"
(diucapkan berkali-kali oleh Master Oogway
kepada Shifu. Yup! Hidup terlalu sederhana
kalau disebut kebetulan. Terlalu banyak
hal-hal kebetulan di dunia ini, sehingga
sebenarnya itu bukanlah kebetulan tapi
sudah dirancang sedemikian sempurna.
Oleh siapa? Ya siapa lagi, kalau bukan Sang
Maha Pencipta…)
"Cobalah, kita tidak akan pernah tahu
kalau kita belum mencoba"
( jawaban Shifu ketika Po bertanya apakah
ia bisa melewati beragam alat latihan
kungfu yang tampak menyeramkan
tersebut. Dan ketika akhirnya dicoba,
memang Po gagal. Tapi intinya, ia sudah
mencoba. Jika kita tidak pernah mencoba,
kita sudah pasti gagal. Tapi jika kita sudah
berani mencoba, mungkin kita akan gagal..
tapi ada kemungkinan pula kita berhasil!)
"Ukuran dan bentuk tubuh tidak lah
penting untuk menjadi jagoan. Lihat
tubuhku.."
( ucapan salah satu pendekar kungfu yang
berwujud belalang nan kecil mungil.
Pesannya jelas banget ya. Jangan minder
sama kekurangan fisik yang kita miliki, yang
membuat seseorang menjadi berhasil
bukalah ukuran dan bentuk tubuh, tapi
harapan, ikhtiar, dan keyakinan.. dan
jangan lupa, tawakal..)
"Saya salah mengajar Po sama dengan cara
saya mengajar 5 murid yang lain.. dia harus
diajar dengan cara tersendiri"
(ketika Shifu sadar saat melihat bahwa
ternyata Po menjadi begitu bersemangat
saat berusaha mendapatkan makanan,
sehingga akhirnya Shifu menggunakan
metode tersendiri ketika mengajari kungfu
terhadap Po – jadi jangan samakan semua
anak, setiap anak punya motivasi sendiri
untuk mengembangkan kemampuan
terbaik mereka)
"Persik tetaplah persik, tidak akan bisa
mengalahkan Tai Lung.."
"Bisa, asal kau merawat dan membesarkan
persik tersebut dengan keyakinan"
(percakapan shifu dengan Master oogway
ketika Shifu merasa tidak mungkin Po
menjadi pendekar kungfu. Padahal
sebenarnya bisa asal kita mendidiknya
dengan tepat dan penuh keyakinan)
"Resep rahasia itu sebenarnya tidak ada,
yang ada hanyalah keyakinan"
(resep rahasia kuah mie rebus dari ayahnya
Po, yang akhirnya membuka kesadaran Po
akan maksud dari lembaran jurus rahasia
"dragon warrior" yang isinya kosong, mau
tau maksud lain dari kosongnya lembaran
tersebut? Bahwa untuk menjadi yang
terbaik, jadilah kosong! Jadilah zero! Buang
semua belenggu yang mengotori pikiran.
Maka kekuatan yang kita miliki justru akan
menjadi begitu luar biasa)
"Saya memang tidak suka disini karena saya
selalu diledek dan diremehkan, tapi saya
tahu dengan berada disini, saya bisa
menjadi saya lebih baik.."
(saat Po ditanya mengapa dia terus
bertahan di padepokan padahal dia tidak
disukai oleh yang lain. Terbukti bahwa Po
berjiwa besar, walaupun ia tidak suka
berada di padepokan kungfu karena
'ego'nya selalu disinggung, tapi ia terus
bertahan karena ia tahu manfaat yang akan
ia peroleh. Makna lain, ambilah yang bagus
dari seseorang, tinggalkan yang jeleknya.
Sementara di kita malah kebalikannya, kita
malah lebih fokus membicarakan
keburukan orang dan gara-gara kebukuran
tersebut hilanglah semua kebaikannya)
"Yang harus kamu lakukan adalah, kamu
harus percaya.."
(sebelum Master Oogway wafat dan
meyakinkan Shifu bahwa ia bisa menjadikan
Po menjadi dragon warrior. Intinya,
keyakinan dari yang ngajar dan keyakinan
dari yang diajar. Mengajarkan pada kita,
apalagi bila kita orang tua, untuk selalu
yakin bahwa anaknya akan menjadi yang
terbaik. Dan jangan diberi panggilan/ cap
buruk seperti nakal, malas dll, karena itu
akan menanamkan di benak anak bahwa
memang mereka nakal dan malas)
" Saya telah berusaha apapun untuk
menjadikan kamu dragon warrior, tapi
bukan saya yang menentukan hasil"
(lanjutan dari kata-kata "kamu harus
percaya", diucapkan dari Shifu pada Tai
Lung yang kecewa karena dirinya tidak
menjadi dragon warrior, yang kalo dilihat,
Spiritual banget! Itulah ucapan "Doa, ikhitiar
setelah itu tawakal". Tugas kita hanyalah
doa dan berusaha, hasilnya serahkan pada
Allah. Jangan kecewa kalau Allah
berketapan lain yang mungkin tidak sesuai
dengan keinginan kita..)
"Saya bangga dengan kamu, sangat bangga!
Bahkan saking bangganya menyebabkan
saya melakukan kesalahan, saya
membentuk kamu menjadi apa yang saya
inginkan.."
( masih ucapan antara Shifu dengan Tai
Lung, saat Shifu sadar bahwa ia salah telah
berusaha menjadikan Tai Lung sesuai
dengan obsesinya. Tanpa melihat apa yang
sebenarnya diinginkan oleh Tai Lung. Sering
terjadi saat ini, dimana orang tua suka
memaksa anaknya menjadi apa yang orang
tua inginkan, padahal setiap anak memiliki
minat dan bakat yang berbeda dan
mungkin tidak sesuai obsesi sang orang tua)
"Itukan jurus kuncian …., tidak mungkin
Shifu mengajarimu"
"Memang tidak, saya belajar sendiri"
(percakapan antara Tai Lung dengan Po,
saat detik-detik terakhir sebelum Po
menghancurkan Tai Lung. Teruslah belajar,
teruslah menuntut ilmu, apapun yang
terjadi, karena sesungguhnya ilmu itu tidak
ada habisnya. Bukan begitu? Jadi, teruslah
Iqra, walau bukan didalam ruang kelas...
karena yang bisa kita pelajari sesungguhnya
banyak, tidak terbatas pada textbook, tapi
juga dari kejadian sekeliling kita)
"Dragon warrior adalah pendekar yang bisa
memberikan kedamaian.."
(ucapan Master Oogway pada Shifu saat
menjelaskan bahwa tokoh yang pantas
mendapat gelar 'terjago' adalah seseorang
yang dengan kekuatannya justru bisa
membawa rasa damai bagi sekeliling, bukan
malah menebar rasa cemas.. Saya senang
dengan ucapan ini soalnya sekarang banyak
yang anggap jagoan/pemimpin hanya
sekedar kuat dan berkuasa, bahkan
kemudian menjaga kelestarian ke-kuasa-
anya dengan menebar terror/rasa takut
pada lingkungan sekitarnya. Padahal
pemimpin sejati seharusnya justru bisa
menimbulkan rasa tenang dan damai bagi
yang dipimpinnya)
Itu baru kata-kata, belum lagi adegan yang
juga menggambarkan pesan-pesan moral
tanpa kata-kata..
Adegan saat setiap pagi si PO bermimpi
menjadi pendekar hebar dan setelah itu
memandang action figure (boneka
miniature) dari 5 pendekar kungfu,
menggambarkan bahwa tanpa sadar Po
sedang mem-visualisasi- kan mimpinya
untuk menjadi jagoan kungfu.. (dan
akhirnya menjadi kenyataan, setelah ia
belajar/ikhitiar ) .. power of visualization/
pray/ doa…
Adegan bapaknya Po yang begitu
mengharap anaknya bermimpi tentang mie.
Karena dengan mimpi tentang mie, ia yakin
anaknya akan bisa menjadi tukang mie
hebat. Kenyataannya, si Po lebih sering
bermimpi menjadi jagoan kungfu, karena
memang itulah yang sering ia khayalkan,
menjadi jagoan kungfu (dan akhirnya
memang terwujud bukan?) – power of
dream.. beranilah bermimpi teman! Tapi
jangan lupa, berani pula untuk mewujudkan
mimpi tersebut..
Adegan jungkir baliknya Po untuk berusaha
masuk ke dalam padepokan, dari mulai
memanjat, naik pohon, sampai akhirnya
menggunakan kursi yang ditempel kembang
api, menggambarkan ihktiar tiada henti –
power of struggle.. untuk kategori ini, ada
banyak adegan, misalnya saat Po jatuh
terguling-guling ke bawah tapi kemudian
tetap naik lagi keatas untuk kembali
berlatih. Saat Po tetap tersenyum walau
badannya babak belur, diputar-putar,
dibanting-banting oleh 5 pendekar dan oleh
Shifu, hanya karena ia tahu dengan 'babak
belur'nya ini ia bisa menjadi pendekar pula.
Intinya, jangan mudah putus asa!
Adegan saat Po begitu menikmati belajar
kungfu dengan metode rebutan makanan,
walaupun akhirnya ia juga bisa terus
semangat tanpa di iming-imingi lagi dengan
makanan. Memperlihatkan kita bisa
mendidik seseorang menjadi sukses bila
memang metodenya tepat, sesuai dengan
minatnya..
Adegan pendekar harimau marah ketika
melihat muka Po berubah jelek saat si
harimau habis bercerita tentang riwayat Tai
Lung (adegan ini membuat saya hampir
guling-guling di bioskop saking lucunya. My
fave scene!) Ia sudah hampir menghajar Po
karena tersinggung merasa diledek. Untung
si belalang buru-buru memberi tahu bahwa
'muka jelek' Po terjadi bukan karena
disengaja oleh Po, tapi karena ia salah
menancapkan jarum akupuntur ke syaraf
muka Po . Maksudnya jelas, jangan buru-
buru menilai orang, pelajari dulu
kejadiannya. Jangan terkungkung oleh
persepsi (buang belenggu persepsi itu..
hehe)
Penggambaran para pendekar yang terdiri
dari harimau, kera, ular, belalang, bangau
dan termasuk panda (yang gemuk),
menjelaskan bahwa untuk menjadi jagoan
(orang baik/sukses) fisik bukanlah
hambatan.
Pertempuran antara 5 pendekar dengan Tai
Lung, membuktikan bahwa setiap mahluk
yang mungkin tidak terlihat seperti jagoan
(misalnya ular, bangau dan belalang)
ternyata mereka bisa menolong rekannya
dengan kelebihan yang mereka miliki.
Menggambarkan setiap orang pasti punya
kelebihan..
Perkelahian antara Po dengan Tai Lung,
'jurus' yang membuat babak belur Tai Lung
justru adalah jurus dengan menggunakan
anggota tubuh yang selama ini menjadi
kelemahan Po dan menjadi tertawaan
semua penonton, yaitu perutnya yang
gendut! Jurus inilah yang membuat Tai Lung
terhempas ke tanah dari ketinggian
sehingga membuatnya lemas. Kekurangan
seseorang, bila diolah dengan baik justru
bisa menjadi kekuatan..
Raut muka Shifu yang selalu muram,
dikarenakan kekecewaan yang mendalam
akibat murid kesayangannya gagal menjadi
dragon warrior, dan malah berubah
menjadi jahat. Hingga akhirnya ia bisa
kembali tersenyum ketika menyadari bahwa
kesalahannya selama ini adalah terlalu
berharap tapi tidak bisa menerima
kenyataan. Hingga hasil dari itu adalah
suatu "kebutaan", padalah murid-murid
berikutnya pun sangat berbakat (pesan
morilnya, janganlah kekecewaan terhadap
suatu hal menghancurkan hidup kita
selanjutnya. Life must go on. Tetap
sebarkan dan rasakan kasih sayang dari
sekeliling, karena cinta Ar Rahmaan ada di
sekeliling kita bukan?. Pesan moril yang
kedua, jangan lupa untuk selalu tawakal
setelah doa dan ikhtiar sepenuh hati. Bila
hanya doa dan ikhitiar saja, maka akan
menjadi obsesi dan akan menghancurkan
hati kita bila yang terjadi tidak sesuai yang
kita harapkan. Yakin saja, bahwa apapun
hasilnya, pasti itu yang terbaik bagi kita)
Adegan kesombongan kepala penjara. Yang
begitu yakin penjaranya tidak mungkin
kebobolan dikarenakan adanya ribuan
penjaga, kondisi medan yang diatur
sedemikian rupa untuk menghalangi
kaburnya tahanan, system senjata
pengaman yang canggih. Tapi ternyata
semua itu runtuh akibat sehelai bulu. Ya,
sehelai bulu memang menjadi awal dari
kisah pelarian Tai Lung dari penjara.
Maksud adegan ini jelas, sudah sehebat
apapun kita, jangan pernah merasa
sombong, hebat dan kuat. Bisa jadi malah
kita akan hancur hanya gara-gara hal
sepele (digambarkan dengan sehelai bulu)
yang tidak pernah kita duga.
Selasa, 30 November 2010
Sekilas Sejarah Prabu KIANSANTANG
Sejarah ini aku copas dari www.kabarindonesia.com dengan beberapa editan.
Godog adalah
suatu daerah pedesaan yang
indah dan nyaman berjarak 10
km kearah timur dari kota Garut.
Berada pada desa Lebakagung,
kecamatan Karangpawitan,
kabupaten Garut. Disana
terdapat makam Prabu
Kiansantang atau yang dikenal
dengan sebutan Makam Godog
Syeh Sunan Rohmat Suci.
Prabu Kiansantang atau Syeh
Sunan Rohmat Suci adalah salah
satu putra keturunan raja
Pajajaran yang bernama Sri Baduga atau lebih dikenal dengan nama prabu
Siliwangi dan ibunya bernama
Subang Larang. Mempunyai
dua saudara yang bernama Rara Santang dan Walang
Sungsang atau Pangeran Cakra Buwana.
Prabu Kiansantang lahir tahun
1315 Masehi di Pajajaran yang
sekarang Kota Bogor. Pada usia
22 tahun tepatnya tahun 1337
masehi Prabu Kiansantang
diangkat menjadi dalem Bogor
ke 2 yang saat itu bertepatan
dengan upacara penyerahan
tongkat pusaka kerajaan dan
penobatan Prabu Munding
Kawati, putra Sulung Prabu
Susuk Tunggal, menjadi panglima
besar Pajajaran. Guna
mengenang peristiwa sakral
penobatan dan penyerahan
tongkat pusaka Pajajaran
tersebut, maka ditulislah oleh
Prabu Susuk Tunggal pada
sebuah batu, yang dikenal
sampai sekarang dengan nama
Batu Tulis Bogor.
Peristiwa itu merupakan kejadian
paling istimewa di lingkungan
Keraton Pajajaran dan dapat
diketahui oleh kita semua
sebagai pewaris sejarah bangsa
khususnya di Jawa Barat. Prabu
Kiansantang merupakan sinatria
yang gagah perkasa, tak ada
yang bisa mengalahkan
kegagahannya. Sejak kecil
sampai dewasa yaitu usia 33
tahun, tepatnya tahun 1348
Masehi, Prabu Kiansantang
belum tahu darahnya sendiri
dalam arti belum ada yang
menandingi kegagahannya dan
kesaktiannya disejagat pulau
Jawa.
Sering dia merenung seorang diri
memikirkan, "dimana ada orang
gagah dan sakti yang dapat
menandingi kesaktian dirinya".
Akhirnya Prabu Kiansantang
memohon kepada ayahnya yaitu
Prabu Siliwangi supaya
mencarikan seorang lawan yang
dapat menandinginya. Sang ayah
memanggil para ahli nujum
untuk menunjukkan siapa dan
dimana ada orang gagah dan
sakti yang dapat menandingi
Prabu Kiansantang. Namun tak
seorangpun yang mampu
menunjukkannya.
Tiba-tiba datang seorang kakek
yang memberitahu bahwa orang
yang dapat menandingi
kegagahan Prabu Kiansantang
itu adalah Sayyidina Ali, yang
tinggal jauh di Tanah Mekah.
Sebetulnya pada waktu itu
Sayyidina Ali telah wafat, namun
kejadian ini dipertemukan secara
goib dengan kekuasaan Alloh
Yang Maha Kuasa.
Lalu orang tua itu berkata
kepada Prabu Kiansantang:
"Kalau memang anda mau
bertemu dengan Sayyidina Ali
harus melaksanakan dua syarat:
Pertama, harus mujasmedi dulu
di ujung kulon. Kedua, nama
harus diganti menjadi Galantrang
Setra (Galantrang - Berani, Setra
- Bersih/ Suci). Setelah Prabu
Kiansantang melaksanakan dua
syarat tersebut, maka
berangkatlah dia ke tanah Suci
Mekah pada tahun 1348 Masehi.
Setiba di tanah Mekah beliau
bertemu dengan seorang lelaki
yang disebut Sayyidina Ali,
namun Kiansantang tidak
mengetahui bahwa laki-laki itu
bernama Sayyidina Ali. Prabu
Kiansantang yang namanya
sudah berganti menjadi
Galantrang Setra menanyakan
kepada laki-laki itu: "Kenalkah
dengan orang yang namanya
Sayyidina Ali?" Laki-laki itu
menjawab bahwa ia kenal, malah
bisa mengantarkannya ke tempat
Sayyidina Ali.
Sebelum berangkat laki-laki itu
menancapkan dulu tongkatnya
ke tanah, yang tak diketahui
oleh Galantrang Setra. Setelah
berjalan beberapa puluh meter,
Sayyidina Ali berkata, "Wahai
Galantrang Setra tongkatku
ketinggalan di tempat tadi, coba
tolong ambilkan dulu." Semula
Galantrang Setra tidak mau,
namun Sayyidina Ali
mengatakan, "Kalau tidak mau
ya tentu tidak akan bertemu
dengan Sayyidina Ali."
Terpaksalah Galantrang Setra
kembali ketempat bertemu,
untuk mengambilkan tongkat.
Setibanya di tempat tongkat
tertancap, Galantrang Setra
mencabut tongkat dengan
sebelah tangan, dikira tongkat
itu akan mudah lepas. Ternyata
tongkat tidak bisa dicabut,
malahan tidak sedikitpun
berubah. Sekali lagi dia berusaha
mencabutnya, tetapi tongkat itu
tetap tidak berubah. Ketiga
kalinya, Galantrang Setra
mencabut tongkat dengan
sekuat tenaga dengan disertai
tenaga bathin. Tetapi dari pada
kecabut, malahan kedua kaki
Galantrang Setra amblas masuk
ke dalam tanah, dan keluar
pulalah darah dari seluruh
tubuh Galantrang Setra.
Sayyidina Ali mengetahui
kejadian itu, maka beliaupun
datang. Setelah Sayyidina Ali
tiba, tongkat itu langsung
dicabut sambil mengucapkan
Bismillah dan dua kalimat
syahadat. Tongkatpun terangkat
dan bersamaan dengan itu
hilang pulalah darah dari tubuh
Galantrang Setra. Galantrang
Setra merasa heran kenapa
darah yang keluar dari tubuh itu
tiba-tiba menghilang dan
kembali tubuhnya sehat.
Dalam hatinya ia bertanya.
"Apakah kejadian itu karena
kalimah yang diucapkan oleh
orang tua itu tadi?”. Kalaulah
benar, kebetulan sekali, akan
kuminta ilmu kalimah itu. Tetapi
laki-laki itu tidak menjawab.
Alasannya, karena Galantrang
Setra belum masuk Islam.
Kemudian mereka berdua
berangkat menuju kota Mekah.
Setelah tiba di kota Mekah,
dijalan ada yang bertanya
kepada laki-laki itu dengan
sebutan Sayyidina Ali. "Kenapa
anda Ali pulang terlambat?”.
Galantrang Setra kaget
mendengar sebutan Ali tersebut.
Ternyata laki-laki yang baru
dikenalnya tadi namanya
Sayyidina Ali. Setelah Prabu
Kiansantang meninggalkan kota
Mekah untuk pulang ke Tanah
Jawa (Pajajaran) dia terlunta-
lunta tidak tahu arah tujuan,
maka dia berpikir untuk kembali
ke tanah Mekah lagi. Maka
kembalilah Prabu Kiansantang
dengan niatan akan menemui
Sayyidina Ali dan bermaksud
masuk agama Islam. Pada tahun
1348 Masehi Prabu Kiansantang
masuk agama Islam, dia
bermukim selama dua puluh hari
sambil mempelajari ajaran agama
Islam. Kemudian dia pulang ke
tanah Jawa (Pajajaran) untuk
menengok ayahnya Prabu
Siliwangi dan saudara-
saudaranya. Setibanya di
Pajajaran dan bertemu dengan
ayahnya, dia menceritakan
pengalamannya selama
bermukim di tanah Mekah serta
pertemuannya dengan Sayyidina
Ali. Pada akhir ceritanya dia
memberitahukan dia telah
masuk Islam dan berniat
mengajak ayahnya untuk masuk
agama Islam. Prabu Siliwangi
kaget sewaktu mendengar cerita
anaknya yang mengajak masuk
agama Islam. Sang ayah tidak
percaya, malahan ajakannya
ditolak. Tahun 1355 Masehi
Prabu Kiansantang berangkat
kembali ke tanah Mekah,
jabatan kedaleman untuk
sementara diserahkan ke Galuh
Pakuan yang pada waktu itu
dalemnya dipegang oleh Prabu
Anggalang. Prabu Kiansantang
bermukim di tanah Mekah
selama tujuh tahun dan
mempelajari ajaran agama Islam
secara khusu. Merasa sudah
cukup menekuni ajaran agama
Islam, kemudian beliau kembali
ke Pajajaran tahun 1362 M.
Beliau berniat menyebarkan
ajaran agama Islam di tanah
Jawa. Kembali ke Pajajaran,
disertai oleh Saudagar Arab yang
punya niat berniaga di Pajajaran
sambil membantu Prabu
Kiansantang menyebarkan
agama Islam. Setibanya di
Pajajaran, Prabu Kiansantang
langsung menyebarkan agama
Islam di kalangan masyarakat,
karena ajaran Islam dalam
fitrohnya membawa keselamatan
dunia dan akhirat. Masyarakat
menerimanya dengan tangan
terbuka. Kemudian Prabu
Kiansantang bermaksud
menyebarkan ajaran agama
Islam di lingkungan Keraton
Pajajaran.
Setelah Prabu Siliwangi
mendapat berita bahwa anaknya
Prabu Kiansantang sudah
kembali ke Pajajaran dan akan
menghadap kepadanya. Prabu
Siliwangi yang mempunyai
martabat raja mempunyai
pikiran. "Dari pada masuk agama
Islam lebih baik aku
muninggalkan istana keraton
Pajajaran". Sebelum berangkat
meninggalkan keraton, Prabu
Siliwangi merubah Keraton
Pajajaran yang indah menjadi
hutan belantara. Melihat gelagat
demikian, Prabu Kiansantang
mengejar ayahnya. Beberapa kali
Prabu Siliwangi terkejar dan
berhadapan dengan Prabu
Kiansantang yang langsung
mendesak sang ayah dan para
pengikutnya agar masuk Islam.
Namun Prabu Siliwangi tetap
menolak, malahan beliau lari ke
daerah Garut Selatan ke salah
satu pantai. Prabu Kiansantang
menghadangnya di laut Kidul
Garut, tetapi Prabu Siliwangi
tetap tidak mau masuk agama
Islam.
Dengan rasa menyesal Prabu
Kiansantang terpaksa
membendung jalan larinya sang
ayah. Prabu Siliwangi masuk
kedalam gua, yang sekarang
disebut gua sancang
Pameungpeuk. Prabu
Kiansantang sudah berusaha
ingin meng Islamkan ayahnya,
tetapi Alloh tidak memberi taufiq
dan hidayah kepada Prabu
Siliwangi.
Prabu Kiansantang kembali ke
Pajajaran, kemudian dia
membangun kembali kerajaan
sambil menyebarkan agama
Islam ke pelosok-pelosok
daerah, dibantu oleh saudagar
arab sambil berdagang. Namun
istana kerajaan yang diciptakan
oleh Prabu Siliwangi tidak
dirubah, dengan maksud pada
akhir nanti anak cucu atau
generasi muda akan tahu bahwa
itu adalah peninggalan sejarah
nenek moyangnya.
Sekarang lokasi istana itu disebut
Kebun Raya Bogor. Pada tahun
1372 Masehi Prabu Kiansantang
menyebarkan agama Islam di
Galuh Pakuwan dan dia sendiri
yang mengkhitanan orang yang
masuk agama Islam. Tahun 1400
Masehi, Prabu Kiansantang
diangkat menjadi Raja Pajajaran
menggantikan Prabu Munding
Kawati atau Prabu Anapakem I.
Namun Prabu Kiansantang tidak
lama menjadi raja karena
mendapat ilham harus uzlah,
pindah dari tempat yang ramai
ketempat yang sepi.
Dalam uzlah itu beliau diminta
agar bertafakur untuk lebih
mendekatkan diri kepada Allah
SWT, dalam rangka mahabah
dan mencapai kema'ripatan.
Kepada beliau dimintakan untuk
memilih tempat tafakur dari ke 3
tempat yaitu Gunung Ceremai,
Gunung Tasikmalaya, atau
Gunung Suci Garut. Waktu uzlah
harus dibawa peti yang berisikan
tanah pusaka. Peti itu untuk
dijadikan tanda atau petunjuk
tempat bertafakur nanti, apabila
tiba disatu tempat peti itu godeg/
berubah, maka disanalah tempat
dia tafakur, dan kemudian nama
Kiansantang harus diganti
dengan Sunan Rohmat. Sebelum
uzlah Prabu Kiansantang
menyerahkan tahta kerajaan
kepada Prabu Panatayuda putra
tunggal Prabu Munding Kawati.
Setelah selesai serah terima tahta
kerajaan dengan Prabu
Panatayuda, maka berangkatlah
Prabu Kiansantang meninggalkan
Pajajaran.
Yang dituju pertama kali adalah
gunung Ceremai. Tiba disana lalu
peti disimpan diatas tanah,
namun peti itu tidak godeg alias
berubah. Prabu Kiansantang
kemudian berangkat lagi ke
gunung Tasikmalaya, disana juga
peti tidak berubah. Akhirnya
Prabu Kiansantang memutuskan
untuk berangkat ke gunung Suci
Garut. Setibanya di gunung Suci
Garut peti itu disimpan diatas
tanah secara tiba-tiba berubah/
godeg.
Dengan godegnya peti tersebut,
itu berarti petunjuk kepada
Prabu Kiansantang bahwa
ditempat itulah, beliau harus
tafakur untuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Tempat itu
kini diberi nama Makam Godog.
Prabu Kiansantang bertafakur
selama 19 tahun. Sempat
mendirikan Mesjid yang disebut
Masjid Pusaka Karamat Godog
yang berjarak dari makam godog
sekitar kurang lebih 1 Km. Prabu
Kiansantang namanya diganti
menjadi Syeh Sunan Rohmat Suci
dan tempatnya menjadi Godog
Karamat. Beliau wafat pada
tahun 1419 M atau tahun 849
Hijriah. Syeh Sunan Rohmat Suci
wafat ditempat itu yang sampai
sekarang dinamakan Makam
Sunan Rohmat Suci atau Makam
Karamat Godog.
Godog adalah
suatu daerah pedesaan yang
indah dan nyaman berjarak 10
km kearah timur dari kota Garut.
Berada pada desa Lebakagung,
kecamatan Karangpawitan,
kabupaten Garut. Disana
terdapat makam Prabu
Kiansantang atau yang dikenal
dengan sebutan Makam Godog
Syeh Sunan Rohmat Suci.
Prabu Kiansantang atau Syeh
Sunan Rohmat Suci adalah salah
satu putra keturunan raja
Pajajaran yang bernama Sri Baduga atau lebih dikenal dengan nama prabu
Siliwangi dan ibunya bernama
Subang Larang. Mempunyai
dua saudara yang bernama Rara Santang dan Walang
Sungsang atau Pangeran Cakra Buwana.
Prabu Kiansantang lahir tahun
1315 Masehi di Pajajaran yang
sekarang Kota Bogor. Pada usia
22 tahun tepatnya tahun 1337
masehi Prabu Kiansantang
diangkat menjadi dalem Bogor
ke 2 yang saat itu bertepatan
dengan upacara penyerahan
tongkat pusaka kerajaan dan
penobatan Prabu Munding
Kawati, putra Sulung Prabu
Susuk Tunggal, menjadi panglima
besar Pajajaran. Guna
mengenang peristiwa sakral
penobatan dan penyerahan
tongkat pusaka Pajajaran
tersebut, maka ditulislah oleh
Prabu Susuk Tunggal pada
sebuah batu, yang dikenal
sampai sekarang dengan nama
Batu Tulis Bogor.
Peristiwa itu merupakan kejadian
paling istimewa di lingkungan
Keraton Pajajaran dan dapat
diketahui oleh kita semua
sebagai pewaris sejarah bangsa
khususnya di Jawa Barat. Prabu
Kiansantang merupakan sinatria
yang gagah perkasa, tak ada
yang bisa mengalahkan
kegagahannya. Sejak kecil
sampai dewasa yaitu usia 33
tahun, tepatnya tahun 1348
Masehi, Prabu Kiansantang
belum tahu darahnya sendiri
dalam arti belum ada yang
menandingi kegagahannya dan
kesaktiannya disejagat pulau
Jawa.
Sering dia merenung seorang diri
memikirkan, "dimana ada orang
gagah dan sakti yang dapat
menandingi kesaktian dirinya".
Akhirnya Prabu Kiansantang
memohon kepada ayahnya yaitu
Prabu Siliwangi supaya
mencarikan seorang lawan yang
dapat menandinginya. Sang ayah
memanggil para ahli nujum
untuk menunjukkan siapa dan
dimana ada orang gagah dan
sakti yang dapat menandingi
Prabu Kiansantang. Namun tak
seorangpun yang mampu
menunjukkannya.
Tiba-tiba datang seorang kakek
yang memberitahu bahwa orang
yang dapat menandingi
kegagahan Prabu Kiansantang
itu adalah Sayyidina Ali, yang
tinggal jauh di Tanah Mekah.
Sebetulnya pada waktu itu
Sayyidina Ali telah wafat, namun
kejadian ini dipertemukan secara
goib dengan kekuasaan Alloh
Yang Maha Kuasa.
Lalu orang tua itu berkata
kepada Prabu Kiansantang:
"Kalau memang anda mau
bertemu dengan Sayyidina Ali
harus melaksanakan dua syarat:
Pertama, harus mujasmedi dulu
di ujung kulon. Kedua, nama
harus diganti menjadi Galantrang
Setra (Galantrang - Berani, Setra
- Bersih/ Suci). Setelah Prabu
Kiansantang melaksanakan dua
syarat tersebut, maka
berangkatlah dia ke tanah Suci
Mekah pada tahun 1348 Masehi.
Setiba di tanah Mekah beliau
bertemu dengan seorang lelaki
yang disebut Sayyidina Ali,
namun Kiansantang tidak
mengetahui bahwa laki-laki itu
bernama Sayyidina Ali. Prabu
Kiansantang yang namanya
sudah berganti menjadi
Galantrang Setra menanyakan
kepada laki-laki itu: "Kenalkah
dengan orang yang namanya
Sayyidina Ali?" Laki-laki itu
menjawab bahwa ia kenal, malah
bisa mengantarkannya ke tempat
Sayyidina Ali.
Sebelum berangkat laki-laki itu
menancapkan dulu tongkatnya
ke tanah, yang tak diketahui
oleh Galantrang Setra. Setelah
berjalan beberapa puluh meter,
Sayyidina Ali berkata, "Wahai
Galantrang Setra tongkatku
ketinggalan di tempat tadi, coba
tolong ambilkan dulu." Semula
Galantrang Setra tidak mau,
namun Sayyidina Ali
mengatakan, "Kalau tidak mau
ya tentu tidak akan bertemu
dengan Sayyidina Ali."
Terpaksalah Galantrang Setra
kembali ketempat bertemu,
untuk mengambilkan tongkat.
Setibanya di tempat tongkat
tertancap, Galantrang Setra
mencabut tongkat dengan
sebelah tangan, dikira tongkat
itu akan mudah lepas. Ternyata
tongkat tidak bisa dicabut,
malahan tidak sedikitpun
berubah. Sekali lagi dia berusaha
mencabutnya, tetapi tongkat itu
tetap tidak berubah. Ketiga
kalinya, Galantrang Setra
mencabut tongkat dengan
sekuat tenaga dengan disertai
tenaga bathin. Tetapi dari pada
kecabut, malahan kedua kaki
Galantrang Setra amblas masuk
ke dalam tanah, dan keluar
pulalah darah dari seluruh
tubuh Galantrang Setra.
Sayyidina Ali mengetahui
kejadian itu, maka beliaupun
datang. Setelah Sayyidina Ali
tiba, tongkat itu langsung
dicabut sambil mengucapkan
Bismillah dan dua kalimat
syahadat. Tongkatpun terangkat
dan bersamaan dengan itu
hilang pulalah darah dari tubuh
Galantrang Setra. Galantrang
Setra merasa heran kenapa
darah yang keluar dari tubuh itu
tiba-tiba menghilang dan
kembali tubuhnya sehat.
Dalam hatinya ia bertanya.
"Apakah kejadian itu karena
kalimah yang diucapkan oleh
orang tua itu tadi?”. Kalaulah
benar, kebetulan sekali, akan
kuminta ilmu kalimah itu. Tetapi
laki-laki itu tidak menjawab.
Alasannya, karena Galantrang
Setra belum masuk Islam.
Kemudian mereka berdua
berangkat menuju kota Mekah.
Setelah tiba di kota Mekah,
dijalan ada yang bertanya
kepada laki-laki itu dengan
sebutan Sayyidina Ali. "Kenapa
anda Ali pulang terlambat?”.
Galantrang Setra kaget
mendengar sebutan Ali tersebut.
Ternyata laki-laki yang baru
dikenalnya tadi namanya
Sayyidina Ali. Setelah Prabu
Kiansantang meninggalkan kota
Mekah untuk pulang ke Tanah
Jawa (Pajajaran) dia terlunta-
lunta tidak tahu arah tujuan,
maka dia berpikir untuk kembali
ke tanah Mekah lagi. Maka
kembalilah Prabu Kiansantang
dengan niatan akan menemui
Sayyidina Ali dan bermaksud
masuk agama Islam. Pada tahun
1348 Masehi Prabu Kiansantang
masuk agama Islam, dia
bermukim selama dua puluh hari
sambil mempelajari ajaran agama
Islam. Kemudian dia pulang ke
tanah Jawa (Pajajaran) untuk
menengok ayahnya Prabu
Siliwangi dan saudara-
saudaranya. Setibanya di
Pajajaran dan bertemu dengan
ayahnya, dia menceritakan
pengalamannya selama
bermukim di tanah Mekah serta
pertemuannya dengan Sayyidina
Ali. Pada akhir ceritanya dia
memberitahukan dia telah
masuk Islam dan berniat
mengajak ayahnya untuk masuk
agama Islam. Prabu Siliwangi
kaget sewaktu mendengar cerita
anaknya yang mengajak masuk
agama Islam. Sang ayah tidak
percaya, malahan ajakannya
ditolak. Tahun 1355 Masehi
Prabu Kiansantang berangkat
kembali ke tanah Mekah,
jabatan kedaleman untuk
sementara diserahkan ke Galuh
Pakuan yang pada waktu itu
dalemnya dipegang oleh Prabu
Anggalang. Prabu Kiansantang
bermukim di tanah Mekah
selama tujuh tahun dan
mempelajari ajaran agama Islam
secara khusu. Merasa sudah
cukup menekuni ajaran agama
Islam, kemudian beliau kembali
ke Pajajaran tahun 1362 M.
Beliau berniat menyebarkan
ajaran agama Islam di tanah
Jawa. Kembali ke Pajajaran,
disertai oleh Saudagar Arab yang
punya niat berniaga di Pajajaran
sambil membantu Prabu
Kiansantang menyebarkan
agama Islam. Setibanya di
Pajajaran, Prabu Kiansantang
langsung menyebarkan agama
Islam di kalangan masyarakat,
karena ajaran Islam dalam
fitrohnya membawa keselamatan
dunia dan akhirat. Masyarakat
menerimanya dengan tangan
terbuka. Kemudian Prabu
Kiansantang bermaksud
menyebarkan ajaran agama
Islam di lingkungan Keraton
Pajajaran.
Setelah Prabu Siliwangi
mendapat berita bahwa anaknya
Prabu Kiansantang sudah
kembali ke Pajajaran dan akan
menghadap kepadanya. Prabu
Siliwangi yang mempunyai
martabat raja mempunyai
pikiran. "Dari pada masuk agama
Islam lebih baik aku
muninggalkan istana keraton
Pajajaran". Sebelum berangkat
meninggalkan keraton, Prabu
Siliwangi merubah Keraton
Pajajaran yang indah menjadi
hutan belantara. Melihat gelagat
demikian, Prabu Kiansantang
mengejar ayahnya. Beberapa kali
Prabu Siliwangi terkejar dan
berhadapan dengan Prabu
Kiansantang yang langsung
mendesak sang ayah dan para
pengikutnya agar masuk Islam.
Namun Prabu Siliwangi tetap
menolak, malahan beliau lari ke
daerah Garut Selatan ke salah
satu pantai. Prabu Kiansantang
menghadangnya di laut Kidul
Garut, tetapi Prabu Siliwangi
tetap tidak mau masuk agama
Islam.
Dengan rasa menyesal Prabu
Kiansantang terpaksa
membendung jalan larinya sang
ayah. Prabu Siliwangi masuk
kedalam gua, yang sekarang
disebut gua sancang
Pameungpeuk. Prabu
Kiansantang sudah berusaha
ingin meng Islamkan ayahnya,
tetapi Alloh tidak memberi taufiq
dan hidayah kepada Prabu
Siliwangi.
Prabu Kiansantang kembali ke
Pajajaran, kemudian dia
membangun kembali kerajaan
sambil menyebarkan agama
Islam ke pelosok-pelosok
daerah, dibantu oleh saudagar
arab sambil berdagang. Namun
istana kerajaan yang diciptakan
oleh Prabu Siliwangi tidak
dirubah, dengan maksud pada
akhir nanti anak cucu atau
generasi muda akan tahu bahwa
itu adalah peninggalan sejarah
nenek moyangnya.
Sekarang lokasi istana itu disebut
Kebun Raya Bogor. Pada tahun
1372 Masehi Prabu Kiansantang
menyebarkan agama Islam di
Galuh Pakuwan dan dia sendiri
yang mengkhitanan orang yang
masuk agama Islam. Tahun 1400
Masehi, Prabu Kiansantang
diangkat menjadi Raja Pajajaran
menggantikan Prabu Munding
Kawati atau Prabu Anapakem I.
Namun Prabu Kiansantang tidak
lama menjadi raja karena
mendapat ilham harus uzlah,
pindah dari tempat yang ramai
ketempat yang sepi.
Dalam uzlah itu beliau diminta
agar bertafakur untuk lebih
mendekatkan diri kepada Allah
SWT, dalam rangka mahabah
dan mencapai kema'ripatan.
Kepada beliau dimintakan untuk
memilih tempat tafakur dari ke 3
tempat yaitu Gunung Ceremai,
Gunung Tasikmalaya, atau
Gunung Suci Garut. Waktu uzlah
harus dibawa peti yang berisikan
tanah pusaka. Peti itu untuk
dijadikan tanda atau petunjuk
tempat bertafakur nanti, apabila
tiba disatu tempat peti itu godeg/
berubah, maka disanalah tempat
dia tafakur, dan kemudian nama
Kiansantang harus diganti
dengan Sunan Rohmat. Sebelum
uzlah Prabu Kiansantang
menyerahkan tahta kerajaan
kepada Prabu Panatayuda putra
tunggal Prabu Munding Kawati.
Setelah selesai serah terima tahta
kerajaan dengan Prabu
Panatayuda, maka berangkatlah
Prabu Kiansantang meninggalkan
Pajajaran.
Yang dituju pertama kali adalah
gunung Ceremai. Tiba disana lalu
peti disimpan diatas tanah,
namun peti itu tidak godeg alias
berubah. Prabu Kiansantang
kemudian berangkat lagi ke
gunung Tasikmalaya, disana juga
peti tidak berubah. Akhirnya
Prabu Kiansantang memutuskan
untuk berangkat ke gunung Suci
Garut. Setibanya di gunung Suci
Garut peti itu disimpan diatas
tanah secara tiba-tiba berubah/
godeg.
Dengan godegnya peti tersebut,
itu berarti petunjuk kepada
Prabu Kiansantang bahwa
ditempat itulah, beliau harus
tafakur untuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Tempat itu
kini diberi nama Makam Godog.
Prabu Kiansantang bertafakur
selama 19 tahun. Sempat
mendirikan Mesjid yang disebut
Masjid Pusaka Karamat Godog
yang berjarak dari makam godog
sekitar kurang lebih 1 Km. Prabu
Kiansantang namanya diganti
menjadi Syeh Sunan Rohmat Suci
dan tempatnya menjadi Godog
Karamat. Beliau wafat pada
tahun 1419 M atau tahun 849
Hijriah. Syeh Sunan Rohmat Suci
wafat ditempat itu yang sampai
sekarang dinamakan Makam
Sunan Rohmat Suci atau Makam
Karamat Godog.
Senin, 22 November 2010
Tantangan Dari Tuhan
"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus/melintasi penjuru langit dan bumi maka lintasilah. Kamu tidak akan sanggup menembusnya kecuali dengan kekuatan (sulthon)" Al-Rahman: 33
Allah SWT membuat sebuah tantangan kepada kita untuk dapat menembus langit dan bumi, dengan isyarat bahwa hanya dengan kekuatan kita bisa menembusnya. Kekuatan apakah itu? Allah menggunakan kata sulthan dalam ayat ini, mengapa? Kenapa gak pake kata quwwah atau haul? Pasti ada sesuatu di balik kata tersebut. Tau gak kamu maksudnya? Bingung ya?
Ok, sekarang kita harus tau dulu makna khosh dari sulthon, quwwah dan haul yg secara garis besar berarti kekuatan. Namun sebelum saya jelaskan satu persatu, saya ingin tau pendapat para blogger tentang makna ke 3 kata tersebut... Tolong d jawab ya, komen juga boleh...
Allah SWT membuat sebuah tantangan kepada kita untuk dapat menembus langit dan bumi, dengan isyarat bahwa hanya dengan kekuatan kita bisa menembusnya. Kekuatan apakah itu? Allah menggunakan kata sulthan dalam ayat ini, mengapa? Kenapa gak pake kata quwwah atau haul? Pasti ada sesuatu di balik kata tersebut. Tau gak kamu maksudnya? Bingung ya?
Ok, sekarang kita harus tau dulu makna khosh dari sulthon, quwwah dan haul yg secara garis besar berarti kekuatan. Namun sebelum saya jelaskan satu persatu, saya ingin tau pendapat para blogger tentang makna ke 3 kata tersebut... Tolong d jawab ya, komen juga boleh...
Minggu, 21 November 2010
Film Search engine
Langganan:
Postingan (Atom)










