Rabu, 01 Desember 2010

Belajar dari KUNGFU PANDA

Written by : Ruli Amirullah
Copas from indonesianmartialart.blogspot.com


.........Dan dari awal film saya sudah terpingkal-
pingkal menyaksikan tingkah Po, tokoh
utama dengan wujud panda yang gembul
dan lucu yang bersusah payah ingin bangun
dari posisi tidur dengan gaya jagoan
kungfu..( ah, masihkah perlu saya
deskripsikan, jangan-jangan semua pembaca
sudah nontonkan?). Dan sampai akhir film
juga saya masih tetap ketawa lebar. Lucu!
Dan yang mau saya bahas disini sebenarnya
adalah kekaguman saya, menyaksikan
betapa film anak di luar negeri benar-benar
dibuat dengan cermat. Tidak hanya detail
gambar yang semakin hari semakin canggih,
tapi juga jalan cerita yang berbobot. Kungfu
panda sebenarnya adalah sebuah film berat
dengan muatan pesan moril yang berat
pula. Mungkin kalo di buat film dengan
kemasan yang biasa aja, bakal jadi film yang
membosankan. Tapi mereka, berhasil
mengemasnya dalam kemasan yang
menarik, lucu, ceria dan "sepertinya ringan"
sehingga tanpa sadar, sambil kita tertawa
tergelak-gelak, masuklah pesan-pesan moril
yang bernilai tinggi kedalam benak..
Coba perhatikan.. ada
banyak pesan yang
tampil dari ucapan-
ucapan tokohnya..
"Tidak ada yang kebetulan"
(diucapkan berkali-kali oleh Master Oogway
kepada Shifu. Yup! Hidup terlalu sederhana
kalau disebut kebetulan. Terlalu banyak
hal-hal kebetulan di dunia ini, sehingga
sebenarnya itu bukanlah kebetulan tapi
sudah dirancang sedemikian sempurna.
Oleh siapa? Ya siapa lagi, kalau bukan Sang
Maha Pencipta…)
"Cobalah, kita tidak akan pernah tahu
kalau kita belum mencoba"
( jawaban Shifu ketika Po bertanya apakah
ia bisa melewati beragam alat latihan
kungfu yang tampak menyeramkan
tersebut. Dan ketika akhirnya dicoba,
memang Po gagal. Tapi intinya, ia sudah
mencoba. Jika kita tidak pernah mencoba,
kita sudah pasti gagal. Tapi jika kita sudah
berani mencoba, mungkin kita akan gagal..
tapi ada kemungkinan pula kita berhasil!)
"Ukuran dan bentuk tubuh tidak lah
penting untuk menjadi jagoan. Lihat
tubuhku.."
( ucapan salah satu pendekar kungfu yang
berwujud belalang nan kecil mungil.
Pesannya jelas banget ya. Jangan minder
sama kekurangan fisik yang kita miliki, yang
membuat seseorang menjadi berhasil
bukalah ukuran dan bentuk tubuh, tapi
harapan, ikhtiar, dan keyakinan.. dan
jangan lupa, tawakal..)
"Saya salah mengajar Po sama dengan cara
saya mengajar 5 murid yang lain.. dia harus
diajar dengan cara tersendiri"
(ketika Shifu sadar saat melihat bahwa
ternyata Po menjadi begitu bersemangat
saat berusaha mendapatkan makanan,
sehingga akhirnya Shifu menggunakan
metode tersendiri ketika mengajari kungfu
terhadap Po – jadi jangan samakan semua
anak, setiap anak punya motivasi sendiri
untuk mengembangkan kemampuan
terbaik mereka)
"Persik tetaplah persik, tidak akan bisa
mengalahkan Tai Lung.."
"Bisa, asal kau merawat dan membesarkan
persik tersebut dengan keyakinan"
(percakapan shifu dengan Master oogway
ketika Shifu merasa tidak mungkin Po
menjadi pendekar kungfu. Padahal
sebenarnya bisa asal kita mendidiknya
dengan tepat dan penuh keyakinan)
"Resep rahasia itu sebenarnya tidak ada,
yang ada hanyalah keyakinan"
(resep rahasia kuah mie rebus dari ayahnya
Po, yang akhirnya membuka kesadaran Po
akan maksud dari lembaran jurus rahasia
"dragon warrior" yang isinya kosong, mau
tau maksud lain dari kosongnya lembaran
tersebut? Bahwa untuk menjadi yang
terbaik, jadilah kosong! Jadilah zero! Buang
semua belenggu yang mengotori pikiran.
Maka kekuatan yang kita miliki justru akan
menjadi begitu luar biasa)
"Saya memang tidak suka disini karena saya
selalu diledek dan diremehkan, tapi saya
tahu dengan berada disini, saya bisa
menjadi saya lebih baik.."
(saat Po ditanya mengapa dia terus
bertahan di padepokan padahal dia tidak
disukai oleh yang lain. Terbukti bahwa Po
berjiwa besar, walaupun ia tidak suka
berada di padepokan kungfu karena
'ego'nya selalu disinggung, tapi ia terus
bertahan karena ia tahu manfaat yang akan
ia peroleh. Makna lain, ambilah yang bagus
dari seseorang, tinggalkan yang jeleknya.
Sementara di kita malah kebalikannya, kita
malah lebih fokus membicarakan
keburukan orang dan gara-gara kebukuran
tersebut hilanglah semua kebaikannya)
"Yang harus kamu lakukan adalah, kamu
harus percaya.."
(sebelum Master Oogway wafat dan
meyakinkan Shifu bahwa ia bisa menjadikan
Po menjadi dragon warrior. Intinya,
keyakinan dari yang ngajar dan keyakinan
dari yang diajar. Mengajarkan pada kita,
apalagi bila kita orang tua, untuk selalu
yakin bahwa anaknya akan menjadi yang
terbaik. Dan jangan diberi panggilan/ cap
buruk seperti nakal, malas dll, karena itu
akan menanamkan di benak anak bahwa
memang mereka nakal dan malas)
" Saya telah berusaha apapun untuk
menjadikan kamu dragon warrior, tapi
bukan saya yang menentukan hasil"
(lanjutan dari kata-kata "kamu harus
percaya", diucapkan dari Shifu pada Tai
Lung yang kecewa karena dirinya tidak
menjadi dragon warrior, yang kalo dilihat,
Spiritual banget! Itulah ucapan "Doa, ikhitiar
setelah itu tawakal". Tugas kita hanyalah
doa dan berusaha, hasilnya serahkan pada
Allah. Jangan kecewa kalau Allah
berketapan lain yang mungkin tidak sesuai
dengan keinginan kita..)
"Saya bangga dengan kamu, sangat bangga!
Bahkan saking bangganya menyebabkan
saya melakukan kesalahan, saya
membentuk kamu menjadi apa yang saya
inginkan.."
( masih ucapan antara Shifu dengan Tai
Lung, saat Shifu sadar bahwa ia salah telah
berusaha menjadikan Tai Lung sesuai
dengan obsesinya. Tanpa melihat apa yang
sebenarnya diinginkan oleh Tai Lung. Sering
terjadi saat ini, dimana orang tua suka
memaksa anaknya menjadi apa yang orang
tua inginkan, padahal setiap anak memiliki
minat dan bakat yang berbeda dan
mungkin tidak sesuai obsesi sang orang tua)
"Itukan jurus kuncian …., tidak mungkin
Shifu mengajarimu"
"Memang tidak, saya belajar sendiri"
(percakapan antara Tai Lung dengan Po,
saat detik-detik terakhir sebelum Po
menghancurkan Tai Lung. Teruslah belajar,
teruslah menuntut ilmu, apapun yang
terjadi, karena sesungguhnya ilmu itu tidak
ada habisnya. Bukan begitu? Jadi, teruslah
Iqra, walau bukan didalam ruang kelas...
karena yang bisa kita pelajari sesungguhnya
banyak, tidak terbatas pada textbook, tapi
juga dari kejadian sekeliling kita)
"Dragon warrior adalah pendekar yang bisa
memberikan kedamaian.."
(ucapan Master Oogway pada Shifu saat
menjelaskan bahwa tokoh yang pantas
mendapat gelar 'terjago' adalah seseorang
yang dengan kekuatannya justru bisa
membawa rasa damai bagi sekeliling, bukan
malah menebar rasa cemas.. Saya senang
dengan ucapan ini soalnya sekarang banyak
yang anggap jagoan/pemimpin hanya
sekedar kuat dan berkuasa, bahkan
kemudian menjaga kelestarian ke-kuasa-
anya dengan menebar terror/rasa takut
pada lingkungan sekitarnya. Padahal
pemimpin sejati seharusnya justru bisa
menimbulkan rasa tenang dan damai bagi
yang dipimpinnya)
Itu baru kata-kata, belum lagi adegan yang
juga menggambarkan pesan-pesan moral
tanpa kata-kata..
Adegan saat setiap pagi si PO bermimpi
menjadi pendekar hebar dan setelah itu
memandang action figure (boneka
miniature) dari 5 pendekar kungfu,
menggambarkan bahwa tanpa sadar Po
sedang mem-visualisasi- kan mimpinya
untuk menjadi jagoan kungfu.. (dan
akhirnya menjadi kenyataan, setelah ia
belajar/ikhitiar ) .. power of visualization/
pray/ doa…
Adegan bapaknya Po yang begitu
mengharap anaknya bermimpi tentang mie.
Karena dengan mimpi tentang mie, ia yakin
anaknya akan bisa menjadi tukang mie
hebat. Kenyataannya, si Po lebih sering
bermimpi menjadi jagoan kungfu, karena
memang itulah yang sering ia khayalkan,
menjadi jagoan kungfu (dan akhirnya
memang terwujud bukan?) – power of
dream.. beranilah bermimpi teman! Tapi
jangan lupa, berani pula untuk mewujudkan
mimpi tersebut..
Adegan jungkir baliknya Po untuk berusaha
masuk ke dalam padepokan, dari mulai
memanjat, naik pohon, sampai akhirnya
menggunakan kursi yang ditempel kembang
api, menggambarkan ihktiar tiada henti –
power of struggle.. untuk kategori ini, ada
banyak adegan, misalnya saat Po jatuh
terguling-guling ke bawah tapi kemudian
tetap naik lagi keatas untuk kembali
berlatih. Saat Po tetap tersenyum walau
badannya babak belur, diputar-putar,
dibanting-banting oleh 5 pendekar dan oleh
Shifu, hanya karena ia tahu dengan 'babak
belur'nya ini ia bisa menjadi pendekar pula.
Intinya, jangan mudah putus asa!
Adegan saat Po begitu menikmati belajar
kungfu dengan metode rebutan makanan,
walaupun akhirnya ia juga bisa terus
semangat tanpa di iming-imingi lagi dengan
makanan. Memperlihatkan kita bisa
mendidik seseorang menjadi sukses bila
memang metodenya tepat, sesuai dengan
minatnya..
Adegan pendekar harimau marah ketika
melihat muka Po berubah jelek saat si
harimau habis bercerita tentang riwayat Tai
Lung (adegan ini membuat saya hampir
guling-guling di bioskop saking lucunya. My
fave scene!) Ia sudah hampir menghajar Po
karena tersinggung merasa diledek. Untung
si belalang buru-buru memberi tahu bahwa
'muka jelek' Po terjadi bukan karena
disengaja oleh Po, tapi karena ia salah
menancapkan jarum akupuntur ke syaraf
muka Po . Maksudnya jelas, jangan buru-
buru menilai orang, pelajari dulu
kejadiannya. Jangan terkungkung oleh
persepsi (buang belenggu persepsi itu..
hehe)
Penggambaran para pendekar yang terdiri
dari harimau, kera, ular, belalang, bangau
dan termasuk panda (yang gemuk),
menjelaskan bahwa untuk menjadi jagoan
(orang baik/sukses) fisik bukanlah
hambatan.
Pertempuran antara 5 pendekar dengan Tai
Lung, membuktikan bahwa setiap mahluk
yang mungkin tidak terlihat seperti jagoan
(misalnya ular, bangau dan belalang)
ternyata mereka bisa menolong rekannya
dengan kelebihan yang mereka miliki.
Menggambarkan setiap orang pasti punya
kelebihan..
Perkelahian antara Po dengan Tai Lung,
'jurus' yang membuat babak belur Tai Lung
justru adalah jurus dengan menggunakan
anggota tubuh yang selama ini menjadi
kelemahan Po dan menjadi tertawaan
semua penonton, yaitu perutnya yang
gendut! Jurus inilah yang membuat Tai Lung
terhempas ke tanah dari ketinggian
sehingga membuatnya lemas. Kekurangan
seseorang, bila diolah dengan baik justru
bisa menjadi kekuatan..
Raut muka Shifu yang selalu muram,
dikarenakan kekecewaan yang mendalam
akibat murid kesayangannya gagal menjadi
dragon warrior, dan malah berubah
menjadi jahat. Hingga akhirnya ia bisa
kembali tersenyum ketika menyadari bahwa
kesalahannya selama ini adalah terlalu
berharap tapi tidak bisa menerima
kenyataan. Hingga hasil dari itu adalah
suatu "kebutaan", padalah murid-murid
berikutnya pun sangat berbakat (pesan
morilnya, janganlah kekecewaan terhadap
suatu hal menghancurkan hidup kita
selanjutnya. Life must go on. Tetap
sebarkan dan rasakan kasih sayang dari
sekeliling, karena cinta Ar Rahmaan ada di
sekeliling kita bukan?. Pesan moril yang
kedua, jangan lupa untuk selalu tawakal
setelah doa dan ikhtiar sepenuh hati. Bila
hanya doa dan ikhitiar saja, maka akan
menjadi obsesi dan akan menghancurkan
hati kita bila yang terjadi tidak sesuai yang
kita harapkan. Yakin saja, bahwa apapun
hasilnya, pasti itu yang terbaik bagi kita)
Adegan kesombongan kepala penjara. Yang
begitu yakin penjaranya tidak mungkin
kebobolan dikarenakan adanya ribuan
penjaga, kondisi medan yang diatur
sedemikian rupa untuk menghalangi
kaburnya tahanan, system senjata
pengaman yang canggih. Tapi ternyata
semua itu runtuh akibat sehelai bulu. Ya,
sehelai bulu memang menjadi awal dari
kisah pelarian Tai Lung dari penjara.
Maksud adegan ini jelas, sudah sehebat
apapun kita, jangan pernah merasa
sombong, hebat dan kuat. Bisa jadi malah
kita akan hancur hanya gara-gara hal
sepele (digambarkan dengan sehelai bulu)
yang tidak pernah kita duga.